Paranormal Ikut Cari Korban Tenggelam di Bengawan Solo

Paranormal Ikut Cari Korban Tenggelam di Bengawan Solo

Paranormal Ikut Cari Korban Tenggelam di Bengawan Solo

Korban Tenggelam di Bengawan Solo – Personel gabungan dari SAR Kabupaten Blora berjibaku mencari  korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo.

Bahkan, para personel harus memakai bantuan ahli spiritual untuk melacak tubuh korban yang terdeteksi tenggelam di area kedung wuni yang terkenal angker.

“Kita pakai tenaga spiritual setiap kali nyari orang yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Apalagi, lokasi tenggelamnya korban kali ini terkenal sangat wingit.

Sebab itu  kita udah maklum sama situasi di lokasi tersebut. Keluarga korban juga ikut mengerahkan ‘orang pintar’ biar korban ditemukan secepatnya,” kata Agung Tri, Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Blora.

Ia menyebut korban yang bernama Wahyudi merupakan warga Desa Kandang Doro RT 05/RW X Kecamatan Cepu. Di lokasi kejadian, korban sempat mandi sendirian pada Rabu sore.

Namun usai mandi, pria 40 tahun itu kecapekan setelah berenang menyeberangi Sungai Bengawan Solo.

“Itu di seberang sungai sudah masuk desa wilayah Bojonegoro, Mas. Jadinya, korban maksudnya mau pulang ke rumah dengan menyeberangi sungai, tapi ternyata dia kayaknya kecapekan

Kita dapat laporan dari warga kalau Pak Wahyudi hanyut dan tenggelam di kedalaman 8-10 meter. Kalau lebar sungainya sekitar 100 meter,” akunya.

Libatkan hingga 100 relawan untuk mencari korban

Ia mengaku dengan situasi lokasi kejadian yang amat angker, membuat tim SAR gabungan berusaha keras menyelamatkan korban.

Terdapat 80-100 orang yang dilibatkan untuk menyelamatkan korban. Mulai tim khusus penyelam dari BPBD, relawan SAR Blora, sejumlah masyarakat dan aparat TNI/Polri.

Menurutnya butuh ekstra hati-hati saat menelusuri jejak korban di permukaan sungai. Agung bilang air Sungai Bengawan Solo yang sedang landai sejak lama dipercaya dihuni sesosok mahluk halus berwujud bajul putih.

“Di sana memang lokasinya sering dianggap sakral sama warga. Ada bajul putihnya. Tapi dengan bantuan ahli spiritual, kita jadi tahu korban tenggelam di titik A misalnya, ditemukannya pasti gak jauh juga,” bebernya.

Agung mengatakan personelnya memakai jaring, ijuk, sebuah jangkar kapal dan memakai perahu karet untuk mengangkat tubuh korban.

Nur Yahya, Kepala Basarnas Semarang menambahkan korban bisa ditemukan di sisi utara sungai berjarak lebih 50 meter dari lokasi kejadian.

“Setelah dievakuasi, korban dibawa ke rumah duka, operasi SAR akhirnya selesai dan tim kembali kesatuannya masing- masing” pungkasnya.

 

Comments are closed.