Fakta Menarik Perang Sipil Tiongkok Dalam Perebutan Kekuasaan

Fakta Menarik Perang Sipil Tiongkok Dalam Perebutan Kekuasaan

Fakta Menarik Perang Sipil Tiongkok Dalam Perebutan Kekuasaan

Fakta Menarik Perang Sipil Tiongkok Dalam Perebutan Kekuasaan РKekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002).

Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992). Perang Sipil Tiongkok terjadi dalam kurun waktu yang lama antara 1927 dan 1949. Perang tersebut sempat terhenti, ketika Jepang menginvasi Tiongkok pada 1937 dan juga oleh Perang Dunia II.

Pertempuran terjadi antara Partai Nasionalis Tiongkok atau Kuomintang dan Partai Komunis Tiongkok. Kuomintang didirikan oleh Sun Yat Sen, tapi partai ini dipimpin oleh Chiang Kai Sek selama perang sipil. Sementara Partai Komunis Tiongkok dipimpin oleh Mao Zedong. Perang antara dua pihak tersebut yang kelak membentuk IDN Poker APK wajah Tiongkok seperti yang dikenal dunia hari ini.

1. Persaingan antara dua partai untuk berkuasa di Tiongkok pasca runtuhnya Dinasti Qing

Perebutan Kekuasaan, Ini 5 Fakta Menarik tentang Perang Sipil Tiongkok

Setelah runtuhnya Dinasti Qing pada 1911 ada kekosongan kekuasaan di Tiongkok. Dua partai terbentuk, yaitu kelompok nasionalis dengan Kuomintang dan kelompok komunis yang membentuk Partai Komunis.

Saat itu beberapa wilayah Tiongkok masih dikuasai oleh tuan tanah, sehingga Kuomintang dan Partai Komunis bekerja sama untuk menyatukan Tiongkok. Meski tampak bersatu dalam perjuangan menyatukan Tiongkok, mereka menyimpan persaingan panas di dalam tentang siapa yang akan berkuasa.

2. Kuomintang membunuh para petinggi Partai Komunis, sehingga memicu perlawanan dipimpin Mao Zedong

Perebutan Kekuasaan, Ini 5 Fakta Menarik tentang Perang Sipil Tiongkok

Pada 1927 persaingan tersebut menjadi sebuah perang. Chiang Kai Shek dari Kuomintang memutuskan untuk menyingkirkan Partai Komunis.

Kuomintang menangkap dan membunuh para petinggi Partai Komunis yang hari ini dikenal sebagai Pembantaian Shanghai. Mao Zedong dari Partai Komunis memimpin perlawanan balik terhadap Kuomintang, sehingga Perang Sipil Tiongkok resmi dimulai.

Selama sepuluh tahun, yakni 1927-1936, kedua pihak terus berperang. Mao Zedong memimpin para petani dan buruh memberontak terhadap Kuomintang. Saat bersamaan, Chiang Kai Shek mencoba meredam pemberontakan dan menyingkirkan Mao berserta pengikutnya.

3. Mao dan pengikutnya harus bersembunyi dari Kuomintang dengan melakukan gerilya

Perebutan Kekuasaan, Ini 5 Fakta Menarik tentang Perang Sipil Tiongkok

Pada 1934, Mao dan Partai Komunis harus bersembunyi dari Kuomintang. Mereka melakukan gerilya hampir selama setahun dari Oktober 1934 sampai Oktober 1935.

Perjalanan yang mereka lakukan mencapai 11.500 kilometer, mulai dari Provinsi Jiangxi di selatan Tiongkok dan berhenti di Provinsi Shaanxi di utara Tiongkok. Dari sekitar delapan puluh ribu orang yang ikut, hanya tersisa delapan ribu orang di akhir gerilya.

4. Perang sempat terhenti oleh invasi Jepang dan berlanjut usai Perang Dunia II

Perebutan Kekuasaan, Ini 5 Fakta Menarik tentang Perang Sipil Tiongkok

Ketika Jepang menginvasi Tiongkok pada 1937, Kuomintang dan Partai Komunis bersatu kembali untuk mempertahankan tanah airnya. Kerja sama mereka berlanjut sampai Perang Dunia II, tapi kedua pihak masih saling membenci dan tidak percaya satu sama lain.

Setelah Perang Dunia II usai pada 1945, kedua pihak melanjutkan perang sipil. Dengan dukungan Amerika Serikat, Chiang Kai Shek dan Kuomintang menguasai kota-kota besar Tiongkok. Namun, Mao dan Partai Komunis dengan bantuan Uni Soviet dengan cepat berhasil meraih dukungan dari wilayah-wilayah pedesaan.

5. Partai Komunis menang perang sipil, dan Kuomintang melarikan diri lalu mendirikan Taiwan

Perebutan Kekuasaan, Ini 5 Fakta Menarik tentang Perang Sipil Tiongkok

Memasuki tahun 1948, Mao dan Partai Komunis mendapatkan momentum. Mereka berhasil mengambil alih kota-kota yang dikuasai Kuomintang, sehingga mendapatkan dukungan sebagian besar populasi Tiongkok.

Pada Oktober 1949, Partai Komunis berhasil menguasai Beijing. Mereka mendeklarasikan kemenangan dan menyatakan bahwa Tiongkok berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok. Kelompok nasionalis dari Kuomintang melarikan diri ke Pulau Formosa dan mendirikan pemerintahannya sendiri dengan nama Taiwan.

Comments are closed.