Destinasi Wisata di Dunia yang Rusak Akibat Ulah Turis

Destinasi Wisata di Dunia yang Rusak Akibat Ulah Turis

Destinasi Wisata di Dunia yang Rusak Akibat Ulah Turis

Destinasi Wisata di Dunia yang Rusak Akibat Ulah Turis – Saat liburan, kita harus menghargai apa pun yang ada di tempat tersebut. Mulai dari warga lokal, lingkungan, hingga hewan. Kalau tidak, nantinya bisa terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Di era digital yang serba dimudahkan dalam mengakses segala hal, membuat orang-orang hanya cukup memantau memantau media sosial untuk memperoleh update berita terbaru tentang berbagai hal.

Begitu juga saat kamu ingin mengetahui informasi tentang tempat wisata baik yang ada di luar maupun dalam negeri.

Biasanya, sebelum mengunjungi tempat wisata kamu akan mencari referensinya di berbagai media sosial terkait tempat wisata yang ingin kamu kunjungi.

Namun, dengan mudahnya mencari informasi tentang tempat wisata tersebut, tak diimbangi dengan pengunjung yang sebaiknya menjaga serta melestarikan tempat wisata tersebut agar tetap terjaga dengan baik.

Saat ini, tanpa disadari banyak tempat wisata populer di dunia ini hilang karena rusak dan hancur.

Terumbu Karang di Christmas Island, Australia

Hanya dalam waktu 10 bulan saja, sekitar 90 persen terumbu karang di sini sudah hancur. Hal ini diakibatkan oleh panas dari global warming yang disebabkan oleh manusia.

Karang di Raja Ampat, Indonesia

Terumbu karang seluas 1.600 meter persegi ini rusak karena dihantam kapal pesiar pada tahun 2017. Dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk pemulihannya.

Gletser Chacaltaya di Bolivia

Bongkahan es batu ini terbentuk dari 18.000 tahun yang lalu dan merupakan salah satu yang tertinggi di Amerika Selatan.

Namun sejak tahun 1980, wilayah ini mulai mencair dengan cepat dan pada tahun 2009, bongkahan es menghilang sepenuhnya akibat pemanasan global

Danau Poopo, Bolivia

Pada tahun 2016, danau Poopo dikabarkan mongering dikarenakan perubahan iklim dan pengembangan pertanian dan pertambangan yang ada di sekitarnya.

Ini merupakan kali kedua danau Poopo mongering. Sebelumnya, danau ini mongering pada tahun 1994 namun kembali terisi karena air hujan.

Maya Bay, Phi Phi Island, Thailand

Tempat ini menjadi populer di kalangan wisatawan karena film The Beach yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio.

Sejak saat itu, sekitar 5.000 orang datang ke Pulau Phi Phi ini per tahunnya. Akibatnya, lingkungan mulai tercemar karena banyak turis yang tak menjaga lingkungan. Pada Juni 2018, Maya Bay resmi ditutup untuk perbaikan dan rehabilitasi alam.

Air Terjun Guaira di Perbatasan Brasil – Paraguay

Air Terjun Guaira merupakan air terjun terkeren di dunia. Namun, lambat laun air terjun terkikis menjadi waduk yang disebabkan adanya pembangunan bendungan pembangkit listrik tenaga air, sedangkan batu-batu air terjun di sana hancur karena ledakan dinamit.

Duckbill, Oregon

Monumen batu ini merupakan objek wisata yang populer hingga 29 Agustus 2016. Namun sekelompok orang menghancurkan monument alam ini karena sebelumnya ada seseorang teman yang terluka di sana.

Pont des Arts, Paris

Jembatan yang dikenal karena gembok cinta ini memiliki berat totalnya sekitar 45 ton. Pemerintah setempat mengkhawatirkan keadaan sungai Seine karena banyaknya kunci gembok yang dilemparkan ke dalamnya.

Khawatir juga kalau jembatan akan roboh karena beban dari banyaknya gembok di sana. Akhirnya, pemerintah setempat pun melepas puluhan ribu gembok dan memasang panel kaca, sehingga orang tidak bisa lagi mengunci gembok cinta di sana.

Comments are closed.