Berikut Tips untuk Tingkatkan Cuan bagi Usaha Kecil di Tahun 2021

Berikut Tips untuk Tingkatkan Cuan bagi Usaha Kecil di Tahun 2021

Berikut Tips untuk Tingkatkan Cuan bagi Usaha Kecil di Tahun 2021

Berikut Tips untuk Tingkatkan Cuan bagi Usaha Kecil di Tahun 2021 – Cuan merupakan kata yang di serap dari bahasa Hokkien yang memiliki arti untung. Cuan awalnya di gunakan oleh orang Hokkian ketika suatu keadaan sedang berpihak padanya.

Bahasa Hokkien merupakan salah satu cabang bahasa di Taiwan, tepatnya di Provinsi Fujian. Pada jaman dahulu, orang Hokkian banyak yang merantau ke berbagai negara salah satunya Indonesia. Istilah cuan bisa mendarat di Indonesia karena telah terjadi akulturasi budaya dari orang Hokkian di Indonesia.

Selain cuan, masih ada beberapa kosakata bahasa Indonesia yang di serap dari bahasa Hokkien. Contohnya seperti bakso, siomay, cawan, encang, encing, guci, dan lain sebagainya. Pandemik virus corona (COVID-19) telah membawa dampak negatif yang cukup besar pada para pebisnis, termasuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menurut data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), 90 persen kegiatan UMKM telah terganggu dikarenakan sabung ayam online  pandemik COVID-19. Menurut data lain, gangguan yang terjadi menyebabkan penurunan omset para pelaku UMKM hingga 72,6 persen dan terhambatnya proses penyaluran modal.

Namun demikian, Eric Handoyo, CEO Bitlabs Academy, sebuah platform belajar online untuk peningkatan skill digital di Indonesia, mengatakan semua tantangan yang terjadi tidak harus dibiarkan menjadi penghambat perkembangan bisnis di tahun yang akan datang.

Ia mengatakan ada strategi yang bisa di jalankan oleh para pelaku UMKM agar bisnisnya bisa tumbuh di 2021, termasuk beradaptasi dengan teknologi. Eric mengatakan teknologi adalah hal yang penting untuk dipelajari dan di aplikasikan dalam pengembangan bisnis. Apalagi teknologi terus berkembang dan selalu ada inovasi baru bermunculan di bidang teknologi.

Berikut adalah empat tips yang bisa di lakukan untuk menjaga bisnis tetap berjalan di 2021.

1. Riset tren produk

Ini 4 Tips untuk Tingkatkan Omzet bagi Usaha Kecil di 2021

Hal yang perlu diperhatikan agar bisnis UMKM bisa terus bertahan salah satunya adalah dengan sering-sering melakukan riset dan mencari tahu apakah produk yang ditawarkan adalah produk yang di cari banyak orang.

“Hal ini perlu di lakukan guna menghindari upaya yang sia-sia, apabila ternyata produk yang Anda pilih tidak ada peminatnya. Selain itu, produk yang tepat dengan perencanaan harga jual yang sesuai akan membantu Anda untuk mendapatkan keuntungan yang melimpah tanpa harus takut rugi dalam biaya promosi,” paparnya.

2. Memaksimalkan channel marketplace

Memperbanyak channel marketing produk seperti melalui marketplace adalah hal yang penting untuk di lakukan. Sebab hal ini bisa menambah jangkauan promosi produk.

Meski demikian, Eric mengatakan ada sejumlah cara yang bisa di lakukan agar penggunaan marketplace bisa memberi hasil terbaik. Misalnya, kamu perlu memilih judul penjualan produk yang banyak di cari konsumen, meletakkan iklan di marketplace yang tepat untuk meningkatkan brand awareness produk kamu, atau menggunakan gambar yang kredibel dan meyakinkan.

Dengan adanya gambar yang lebih riil, hal ini akan lebih menarik konsumen, walaupun harga jual yang Anda miliki lebih tinggi di bandingkan dengan lapak lainnya,” jelasnya.

3. Optimalkan kreativitas marketing di Instagram

Ini 4 Tips untuk Tingkatkan Omzet bagi Usaha Kecil di 2021

Selain marketplace, Instagram merupakan salah satu channel terbaik untuk menjalankan bisnis online. Itu karena Instagram adalah platform media sosial yang terpopuler saat ini. Namun demikian, penggunaan aplikasi ini pun tidak boleh sembarangan. Misalnya saat membuat nama bisnis, harus sesuatu yang sesuai, unik dan menarik konsumen.

“Membuat akun Instagram tidak bisa asal-asalan, Anda dapat melakukan riset terhadap kata kunci apa yang paling sering di cari oleh market produk yang akan di jual. Sehingga, ketika konsumen mencari produk yang dibutuhkan, akun Anda akan menjadi relevan. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan jumlah impression, engagement, dan follower akun Anda, yang juga dapat meningkatkan omzet penjualan,” katanya.

Selain itu, riset konten yang akan di buat dan penggunaan tanda pagar (hastag) yang tepat juga perlu. Hashtag (#) atau tagar merupakan sarana akses kepada audiens supaya konten kamu dapat di lihat dan di ketahui banyak orang.

Kamu juga dapat mempertimbangkan apakah hashtag yang di pilih mampu membawa konten Anda menjadi konten populer atau tidak. Pilih hashtag dengan tingkat persaingan rendah terlebih dahulu di awal, agar potensi masuk ke kategori konten populer semakin tinggi.

“Semakin banyak konten yang masuk ke kategori populer, maka semakin tinggi pula engagement yang di dapat. Semakin tinggi engagement, potensi follower Anda meningkat akan semakin tinggi pula.”

4. Bentuk strategi sebelum membuat website

Ini 4 Tips untuk Tingkatkan Omzet bagi Usaha Kecil di 2021

Menggunakan website sebagai lapak berjualan bisa jadi pilihan yang tepat untuk di lakukan. Namun, memiliki website tidak menjamin penjualan akan tinggi. Ini di karenakan berbagai hal, misalnya kunjungan website yang rendah.

Untuk itu, Eric menyarankan agar saat membuat website perlu memperhatikan sejumlah hal, seperti nama yang mudah di ingat, memancing calon pengunjung untuk mampir ke website dan mau memberikan data seperti email atau nomor telepon, dan lainnya.

“Selain itu kecepatan website yang ringan saat di buka, kata kunci apa yang di target dalam artikel website juga penting agar website bisa muncul di halaman pertama Google,” katanya

Comments are closed.